Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Solo Part 1 (Waduk Gajah Mungkur-Wonogiri)

Liburan yang sebentarsehari-semalam tapi berkesan. SOLO, Aku ngolo sendiri naik KA. Desonya aku gak pernah naik KA, naik KA kelas Bisnis 2 panasnya masyaallah. Mahal 105rb gak ada ACnya =o= Mamak jemput aku di Stasiun balapan jam 19.00.  Terus di ajak makan soto daging yang murah soroh Rp 2.500,- besoknya ikut mamak rekreasi kantor di Waduk Gajak Mungkur. Aku naik perahu disana. Rp. 6.000,-/orang Pemandangan yang dapat dilihat dari perahu, indahnya pegunungan yang mengelilingi waduk Dan ini tambak yang dikelola warga memanfaatkan waduk yang begitu luas. Hasil tambak dijual disekitar waduk. Berhubung banyak yang hilang fotonya jadi aku cuma bisa ngasih tahu ini aja. Kalau mau tahu lebih banyak kesana aja deh. Ayooo ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.. SEKIAN nantikan edisi foto yang akan datang ya.

Tersesat

Arus menghanyutkan asa pergi menjelajah dengan deras menghantam karang untuk apa dilawan semua sudah terlambat ingin mengulang tak akan pernah bisa merubahnya perlahan meski susah Aku hanyalah malam Gelap dibalut dengan kedinginan tak bisa bersua apa lagi mengeluh pilu ini membuatku gundah arah semakin gelap ditempatku melangkah Semua serba tak jelas aku si kecil yang tak berdaya wujud tak punya apa lagi menampakan rasa inginku ungkapkan namun dengan apa bisu ini menyiksa Aku berada didunia yang aku ciptakan Namun tersesat dalam alusku sendiri

Demam "Payung Teduh"

Tumblr membuat aku mengenal mereka, yaa Band  Payung Teduh . Dengar awalnya si lagu syadu banget mendayu-dayu. Tapi saat di padukan dengan tugas, pikiran jadi tenang bawaannya nyantai. Ngerjain tugas jadi nyaman dan gak bosan. Sudah hampir seminggu aku mendengar lagu  Payung Teduh , lyriknya teduh membuatku tak jenuh-jenuh. Saat dengar lagunya pasti kebawa kedunia lain, dunia padang rumput hijau angin sepoi-sepoi.. lalalaalalaaaa daahh.. Lagu favoritku RAHASIA Lyrik : Tak ada sore dan udara menjadi segar Tak ada gelap, lalu mata enggan menatap Tak ada bintang mati, butiran pasir terbang ke langit Tak ada fajar, hanya remang malam Semua telah hilang terserap matahari...  Harum mawar memburu bulan Rahasia tetap diam tak terucap Untuk itu semua aku mencarimu  Berikan tanganmu, jabat jemariku Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu Berikan suaramu, bawa semua bisikanku memanggil namamu   Atau kau ingin aku berteriak seken...