Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label song

Dosa Termanis~

Ku lupakan semua aturan Ku hilangkan suara yang membisik   yang selalu menyuruhku tuk tinggalkan kamu... Hanya hati yang ku andalk an dan ku coba melawan arus Namun saat bersamamu Masalahku hilang terbang melayang Kau adalah kesalahan yang terindah hingga buatku marah tapi juga menikmati Kau adalah dosa termanis y ang menggodaku saat kubutuh Rasakan sedikit cintaa.... Kembalilah kepadaNya hanya itu jalan satu-satunya karena semakin lama ku ingin kau lebihhh.... :3 Lagunya Tere pas aku jaman SMP kelas 3, ngejleb banget buat ngingetin jangan pacaran, dosa..  Tapi namanya juga suka gimana dong? susah.. sukaa suka mau mau nya.. suka aja jangan lebih-lebih. :3 Susah kalau sekarang jomblo aja dipertanyakan. hahaha x: why? | aku : hmm.. why not... lalalala~

Histeria Payung Teduh (again)

Lagi suka dengerin payung teduh nih, ini yang judulnya Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan. Sweet banget dah. ini Lyrik: Tak terasa gelap pun jatuh Di ujung malam menuju pagi yang dingin Hanya ada sedikit bintang malam ini mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya Lalu mataku merasa malu semakin dalam, ia malu kali ini kadang juga ia takut di kala harus berpapasan ditengah pelariannya Dimalam hari menuju pagi. sedikit cemas banyak rindunyaaa.. Duh.. rindu... Aku lagi ngalamin episode mata merasa malu sekarang, senyum-senyum malam-malam gara-gara tulisan.. Sadar. San, ini dunia nyata gak seindah dunia aksara. *pukpuk pipi* :3

Demam "Payung Teduh"

Tumblr membuat aku mengenal mereka, yaa Band  Payung Teduh . Dengar awalnya si lagu syadu banget mendayu-dayu. Tapi saat di padukan dengan tugas, pikiran jadi tenang bawaannya nyantai. Ngerjain tugas jadi nyaman dan gak bosan. Sudah hampir seminggu aku mendengar lagu  Payung Teduh , lyriknya teduh membuatku tak jenuh-jenuh. Saat dengar lagunya pasti kebawa kedunia lain, dunia padang rumput hijau angin sepoi-sepoi.. lalalaalalaaaa daahh.. Lagu favoritku RAHASIA Lyrik : Tak ada sore dan udara menjadi segar Tak ada gelap, lalu mata enggan menatap Tak ada bintang mati, butiran pasir terbang ke langit Tak ada fajar, hanya remang malam Semua telah hilang terserap matahari...  Harum mawar memburu bulan Rahasia tetap diam tak terucap Untuk itu semua aku mencarimu  Berikan tanganmu, jabat jemariku Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu Berikan suaramu, bawa semua bisikanku memanggil namamu   Atau kau ingin aku berteriak seken...