Langsung ke konten utama

Postingan

Solo Part 1 (Waduk Gajah Mungkur-Wonogiri)

Liburan yang sebentarsehari-semalam tapi berkesan. SOLO, Aku ngolo sendiri naik KA. Desonya aku gak pernah naik KA, naik KA kelas Bisnis 2 panasnya masyaallah. Mahal 105rb gak ada ACnya =o= Mamak jemput aku di Stasiun balapan jam 19.00.  Terus di ajak makan soto daging yang murah soroh Rp 2.500,- besoknya ikut mamak rekreasi kantor di Waduk Gajak Mungkur. Aku naik perahu disana. Rp. 6.000,-/orang Pemandangan yang dapat dilihat dari perahu, indahnya pegunungan yang mengelilingi waduk Dan ini tambak yang dikelola warga memanfaatkan waduk yang begitu luas. Hasil tambak dijual disekitar waduk. Berhubung banyak yang hilang fotonya jadi aku cuma bisa ngasih tahu ini aja. Kalau mau tahu lebih banyak kesana aja deh. Ayooo ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.. SEKIAN nantikan edisi foto yang akan datang ya.

Tersesat

Arus menghanyutkan asa pergi menjelajah dengan deras menghantam karang untuk apa dilawan semua sudah terlambat ingin mengulang tak akan pernah bisa merubahnya perlahan meski susah Aku hanyalah malam Gelap dibalut dengan kedinginan tak bisa bersua apa lagi mengeluh pilu ini membuatku gundah arah semakin gelap ditempatku melangkah Semua serba tak jelas aku si kecil yang tak berdaya wujud tak punya apa lagi menampakan rasa inginku ungkapkan namun dengan apa bisu ini menyiksa Aku berada didunia yang aku ciptakan Namun tersesat dalam alusku sendiri

Demam "Payung Teduh"

Tumblr membuat aku mengenal mereka, yaa Band  Payung Teduh . Dengar awalnya si lagu syadu banget mendayu-dayu. Tapi saat di padukan dengan tugas, pikiran jadi tenang bawaannya nyantai. Ngerjain tugas jadi nyaman dan gak bosan. Sudah hampir seminggu aku mendengar lagu  Payung Teduh , lyriknya teduh membuatku tak jenuh-jenuh. Saat dengar lagunya pasti kebawa kedunia lain, dunia padang rumput hijau angin sepoi-sepoi.. lalalaalalaaaa daahh.. Lagu favoritku RAHASIA Lyrik : Tak ada sore dan udara menjadi segar Tak ada gelap, lalu mata enggan menatap Tak ada bintang mati, butiran pasir terbang ke langit Tak ada fajar, hanya remang malam Semua telah hilang terserap matahari...  Harum mawar memburu bulan Rahasia tetap diam tak terucap Untuk itu semua aku mencarimu  Berikan tanganmu, jabat jemariku Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu Berikan suaramu, bawa semua bisikanku memanggil namamu   Atau kau ingin aku berteriak seken...

Silsilah keluarga

Berawal ulang tahun pernikahannya mbah mami sama mbah kakung ke-60. Dapat dongeng-dongeng waktu kecil yang gak pernah aku mudeng. Foto kecilku juga udah pada hilang, gara-gara rumahku dulu kebakaran. Ole-ole souvenir pas ultah pernikahan mbahku adalah silsilah. Katanya "biar gak kepaten obor". Ini mbahku dari bapakku loh. kereen yaa.. hingga tua. Ini tanda tangan undangan yang datang ke pestanya.  Tapi aku gak sempat foto-foto disana. Entahlah. Silsilahnya mbahku, dan aku gak ngerti -_- dan ini silsilahku, ada namaku soalnya. ihhciyeee.. :D Foto aku baru lahir, nemu pas buka album di rumahnya mbahku. pas bayi bisa duduk, lihat aku dari bayi aja muka gak berubah._. Siapa yang tahu aku yang mana?  Entahlah buat apa juga aku posting ini, tapi kalau misalnya ada musibah lagi di rumah. Sejarah keberadaanku pas masih bayi gak pernah hilang lah, hanya ini yang tersisa. SEKIAN edisi foto kali ini :D

Kertas Kita

Kita hanya potongan kertas yang tersisa. Ratusan kata telah menghiasin tulisan kita. Kita hanyalah harapan, atas kebersamaan dan kebahagiaan. Ketika kita ingin berusaha untuk menuliskan kisah yang tersirat. Indahnya pemandangan kisah kita juga dipenuhi dengan tikungan dan lubang. Kita melintasinya dengan sabar perlahan setiap perjalanan. Kertaspun semakin banyak menuliskan kisah. Kesalahan kita hapus, hapus dan hapus dibagian yang sama kesalahan itu terjadi. Kertaspun semakin rapuh dan tersobek. Mungkin hanya robekkan kecil awalnya. Saat kita berusaha menulis di kertas yang sama, kesalahan yang sama. Menghapus kembali dibagian robek yang sama. Semakin lebar robekkan di kertas kita. Robekkan pun semakin menjadi-jadi. Menghancurkan kertas kita, menjadi bagian yang terpisah. Semakin lama semakin banyak potongan kertas yang dihasilkan. Kita pun berusaha menyusun kembali bagian yang terpisah. Menulis kembali di kertas kita. Tapi saat tersusun dan akan menulis. Tiupan angin mene...

:)

Kenapa aku merasa kehilangan padahal aku ‘belum’ pernah memiliki?. Seperti merampok diriku sendiri, aku pelaku sekaligus korbannya.  Apapun itu. Optimisku, pesimisku selalu tertulis, hanya umpatan senyum manis hati terkikis di hadapanmu. Kemudian berlalu. Berpura-pura. Munafik. Berkata tidak. Bernurani iya. Brsikap biasa. Brperasaan cinta. Kamu! Hingga nanti, semoga kamu akan tahu alasan di balik mengapa aku kemudian  via :  tumblr

eng iii engg

Bingung mau ngasi judul apaan, yang pasti ini lebih dari geje. Tanggal 10-04-2012 .  Naik bemo dari kampus ke GM, di turunin didepan KONI sama pak bemonya. Panas terik aku,  Cesna  dan  proges  jalan menuju GM. mihihii........ Ini foto depan GM kelaparan dan kehausan nongkrong di sini :D foto cantik-cantikkan, cantik mana hayo? mihihi.. foto taster awal kejelekan :p Pamer.. "Gue orang kaya men. Minum wendy's" Wong ya patungan ae ma mbak ences. Habis windows shopping, Benerin krudung dulu biar cantik :D dan hasilnya.... ciiii lu... baaa... eng iii engg.. Cantik kan? style baju by mbah ninik. Baju pinjem mbah gaya sampai GM :D wkakaka.. SEKIAN.. ini edisi Foto GMku, kalau mau foto GM edisi cesna dan proges.. minta mereka aja ya. byee... byee..  ('_ `..) \ (' ⌣ ')