Langsung ke konten utama

Pakai Jilbab

Sudah lama pengen banget pakai jilbab, dari siap belum pernah siap. Sampai sekarang aku pakai sebenarnya masih belum siap.
Suatu ketika ada seorang teman bertanya."mang kamu siap berjilbab? sikapmu aja amburadul" 
"(senyum), belum dan gak akan pernah kayanya." Jawabku jujur.
"lah, ngapain pakai jilbab. hobby main salto, pencilan lagi, Sudah lepas jilbabnya" bujuk setan bermuka teman nih -___-
"(senyum lagi) ya pengen aja, nunggu siap lama" jawabku nyantai
"terus percuma dong jilbaban kalau tingka laku aja belum berjilbab, mending belajar hatinya dulu aja dijilbabin baru pakaiannya. Eman jilbabnya. Daripada trend-trend'an" ujarnya, perkata meleteee.. pengen tak hiiiihhh.. gemes.
"hahah, gak ada yang percuma. Aku pakai jilbab biar orang tahu aku islam dan emang kewajiban seorang muslim. Lagian gak semua orang berjilbab sok alim. Woles ajalah, hidup sekali juga. Kan Allah yang nilai bukan orang lain. Namanya juga belajar dari 0, langsung jubahan aneh. bertahaplah. :p" jawabku berusaha sabar.
 lanjutku, "lagian yang dijilbabin rambutnya, bukan hatinya. Hati itu diperbaiki (senyum lagi)" 
Hahahahah... berasa menang. entah dapat ilham darimana jawab gituan. Mangkel-mangkel gemis sih. Gak dia aja yang bilang gitu. Ada beberapa teman lama yang bernada serupa dan sering juga teman yang bilang "ingat san, ingat jilbabmu"  Ya bener sih, aku jilbaban. so, aku juga belajar memperbaiki diri. Gak usah ngurusin orang lain, kalau belum bisa ngurusin diri sendiri. (senyumm seribu makna)

*wuuuuss,, kok emosi.. saabar-sabar...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JJ di Bandung gitu

Kangen ngeblog, nyampah boleh laah dikit. ini di PVJ ramai banget lah, liat mbak sampingku gaul get, aku berasa pakai baju tidur aja ke mall besar dibandung lagi. hahah kelakuan alay dihotel bagusnya mama, yaitu foto foto selfie sendiri. hahaha,, ini di balkon. selfi dikasur hotel maja house, pakai kaki ini hahha kreatif bgt wa.  ini terakhri sebelum pulang surabaya, di ajak bogel kesini.  Pengalaman gak terduga di bandung, aku di ajak kenalan mas mapala di yogja dengan keadaan setengah sadar dadain orang eeeh di ajak kenalan minta nomer hape. yaudahlayaaaah.. sampai bandung nginep di kosan nisa pacarnya bogel. Tidur dengan selamat laah intinya. Pagi-pagi ada aa' yang chat temennya bogel yang disuruh bogel nemenin aku selama di bandung. katanya siih gitu..  Makan deng ketoprak bareng, ngomong panjang lebar biasa kelakuan cowok yg suka modus dia lakuiin juga, Trima aja deh dengan GRnya santi hahaha..so far disana nyenengin, bisa ke Unpad, j...

Tips Cepat Punya Anak (Terbukti Manjur)

Setiap pasangan menikah pasti mendambakan kehadiran anak. Banyak cara ditempuh untuk segera memiliki anak. Berbagai mitos dan ucapan orang dilakuin. Seperti minum obat orang hamil dan susu orang hamil.  Tapi cara itu kurang efektif jika tidak dengan meminum obat hamil bekas orang hamil. Gimana maksudnya? Jadi begini, jika Anda mengetahui kerabat Anda sedang positif hamil. Mintalah dua obat hamil beliau. Lalu minum bersama dengan pasangan, anda minum saat mau berhubungan badan. Selayaknya obat kuat, tapi pastikan anda melakukannya saat tanggal masa subur anda.  Insyaallah itu manjur. Sudah berhasil saya coba dan akhirnya saya memiliki anak.  Semoga bermanfaat 

Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

Nongkrong sama ibu-ibu TK yang sudah resign dari pekerjaannya. Semua memiliki permasalahan yang sama yaitu strees jadi ibu rumah tangga. Padahal suami ingin istrinya tidak kerja karena tidak ingin kelelahan melakukan dua pekerjaan sekaligus. Ternyata fokus sebagai ibu rumah tangga kelelahan itu sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Selalu merasa lelahnya tidak menghasilkan apapun karena rumah akan kembali berantakan dan pekerjaan rumah tak kunjung selesai. Rutinitas yang sama berulang terus menerus menimbulkan kejenuhan.  Berbeda dengan ibu yang bekerja, mereka memiliki waktu mengobrol dengan orang lain. Ibu rumah tangga dunianya hanya seputar anak dan rumah. Wajar jika banyak kasus strees terpendam yang dapat menjadi boom waktu.  Di Indonesia, terdapat banyak kasus bunuh diri Ibu dan Anaknya. Pemicunya tidak ada tempat ibu untuk berkeluh kesah. Dunianya seakan terisolasi dengan ritunitas yang selalu sama. Mereka dituntut untuk merawat, mendidik, menjaga semua angg...