Liqoo' berubah jadi halaqo, dulu merupakan bencana yang berat buat aku. Ada tanggungan beban yang belum siap aku jalani. Aku disuruh jadi mentor, secara kelakuan berbusanaku tak sesuai dengan murobi-murobi yang lain. Baca qur'an aja lek-lek tong.. beraat banget, berasaa ingin menghindar. Iman pun turun dratis.. jarang sholat malam, bolong-bolong baca qur'an, jarang cerita sama DIA. Sok-sok'an sibuk sama perasaaan sendiri. Jatuuuh bangunn (suka)... halaah..
Jumat, 11 April 2013. Halaqo pertama sama murobi baruu..
Bertemu dengan teman-teman pengingat iman, mbaknya bercerita tentang apa itu halaqo. pertama, dinamis gak kaku dengan aturan. kedua, produktif yang saling menyalur menjadi lingkaran lebih besar-besar dalam dakwah. Keren yaa.. masak bisa aku membuat lingkaranku sendiri.
Tema Halaqo kali ini "Jatuh Cinta Dalam Diam"
Jlebb.. ada sindiran nih. lalalala~
Pasti udah tahu semua ceritanya Ali bin Abu Tholib sama Fatima Azharo kan? mbaknya bercerita dengan ulasan yang gak bisa aku ulang. Sangat mengimpirasi banget.
Cinta hanya bisa dilakukan dengan 2 hal: pengorbanan dan keberanian.
Berkorban agar dia bahagia atau berani maju menghadapi apapun resikonya.
Mbaknya berkata hakikat cinta itu gak bisa dibagi, hati hanya menerima satu cinta. Saat kamu mencintai seseorang apakah Allah meridhoi kamu mencintainya? Allah suka gak kamu mencintainya?
Karena mencintain itu menjaga, menjaga kesucian. Tentu kan kamu ingin menjaga barang yang kamu sukai, begitu pula juga cinta yang saling ingin menjaga dan terjaga. Bukan menjadi maksiat yang beretetan..
Cinta sebenarnya itu membuat kita tenang, tentram bahagia yang abadi. Bukan membuat kecewa, waswas, terluka merana. Saat merana itulah cinta itu bukan cinta yang sebenarnya. Bukan cinta melainkan napsu, bukan cinta yang membuat kita lalai akan diri. Tapi cinta membuat kita semangat memperbaiki diri.
Cinta yang semu adalah senjata setan. astaghfirullah.
"kemarin kamu kemana aja san, obsesi banget jadi modis. halah"
Allah yang menggengam takdir, kesukaan, keinginan, kita. Cinta yang satu itu hanya Allah, Allah yang menggengam bahkan membolak-balikan hati. Ingin merasakan cinta yang bahagia pupuk iman mu dengan menuntut ilmu, karena Allah suka hambanya yang menuntu ilmu.
- Setiap perintah dan larangan allah memiliki fadillah (manfaat) untuk kita, mari belajar.
- Selalu menjalin interaksi denganNya. Samalah "trisno jalaran soko kulino" semakin sering kan semakin cinta. Interaksi itu dengan kita berdoa bercerita apa saja yang kita lakukan kepada Allah dan mengajilah (membaca Qur'an) itu adalah jawaban allah atas pertanyaan kita.
- dan cinta selalu menuntut komitmen dan keyakinan kan? ya sama aja dengan cinta Allah jalani dengan istiqomah.
Sekarang dimanakah letak hatimu?
ayoo.. semangat memupuk cinta dalam diam. cinta hanya bisa didapatkan dengan 2 cara: cara halal dan haram. mau yang sakit-sakit apa yang senang-senang. Jawab sendiri deh..
iyaa suka, tapiiiii cukup diam aja san. jangan sampai setan pun tahu.

Komentar
Posting Komentar