Berletak disudut terdalam Dukuh Pakis Surabaya. Itulah tempatnya om dan bunda, mengumpulkan anak-anak remaja 13-15tahun. Rumah kecil itu penuh dengan barang-barang. Didepan rumah banyak kadang kucing anggora, Dihalaman rumah terdapar beberapa mesin jahit. Didalam rumahnya penuh dengan lemari buku-buku rak-rak diruang tamu. Masuk kedalam tidak kalah penuh dengan barang lagi, namun didalam yang menjadi pusat perhatian ku ada papan yang berisi nama-nama dan kegiatan disana.. Aku berkenalan dengan om itu.. "Santi om" kataku saat berkenalan dengan si om.. "ooh,, sama ya sama yang kemarin?" tanya si om ke diaa.. "bukaan om, beda.. ini mbak ku.." jawabnya "ooo.. beda.. masih normah apa udah belok nihhh?" tanyanya nakal.. "normallahhh om.. duhhh..." selahku sebelum semakin jauh.. "looh, enak loh belok. gak bisa hamil" goda om nakal.. " jangan lah om, aku juga gak mau hamil sia-sia om. makanya gak pa...
enak sih, tapi gak mau bagi bagi.